Halo kamu. Apa kabar? Masih adakah senyum pagimu yang menyejukkan itu?
Yah, kadang memang terlalu sejuk hingga ngilu menusuk tulang. Sungguh
alasan yang cerdik untuk melewatkan rutinitas shower di pagi hari.
Halo kamu. Apa kabar? Bagaimana dengan lubang di jalanan yang dulu tiap
hari kulewati? Apakah masih setia menghambat pengendara yang sedang
terburu-buru mengejar visite pasien? Ataukah sudah ditambal oleh seorang
yang tentunya bukan dokter gigi?
Ngomong-ngomong soal dokter gigi, apa kabar spesialis orthodontist yang
sudah set`hun lebih ini rajin mengutak-atik rongga mulutku demi tatanan
gigi yang sejajar bak dahan pohon pisang?
Halo kamu. Masihkah penuh sesak dan berebut demi sebuah lahan dua kali
tiga meter untuk meletakkan kuda besi dalam status P? Bekas goresan
disini, dan disana. Sudah biasa.
Halo kamu. Ah, bau makanan favoritku. Manis. Coklat keju. Empuk. Satu
suap untuknya, dua suap untukku. Tidak adil? Kata siapa? Tanganku hampir
melepuh kepanasan.
Halo kamu. 2 tahun. selama itu Aku meninggalkanmu untuk menuntut ilmu di Bahrul Ulum. Tapi kehadiran seseorang
membuat perjalananku lebih berarti. Berdua, aku dan dia. Menyusuri
setiap relung. Semakin merasuk. Semakin merindu.
Halo kamu. Apa kabar? Kabarku merindumu.
Selasa, 24 April 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)








3 komentar:
Mbak dr kediri ya? Kalo boleh tau pke dokter spesialis orthodontis siapa ya mbak di daerah mana?
di perum mojoroto indah ada
berapa mbak biaya nya di drg indag nur evi?
Posting Komentar